Pria Asal Bogor Dianiaya Preman di Karawaci Diduga karena Senggolan Motor

Seorang pria paruh baya dari Bogor menjadi korban penganiayaan oleh seorang pria diduga preman di Karawaci. Simak kronologinya di sini!

Pria Asal Bogor Dianiaya Preman di Karawaci Diduga karena Senggolan Motor
Pria Asal Bogor Dianiaya Preman di Karawaci Diduga karena Senggolan Motor. Gambar: tangerangnews.com/Dok. Yanto

BaperaNews - Seorang pria paruh baya asal Bogor menjadi korban penganiayaan oleh seorang pria diduga preman di depan Gereja Pantekosta, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Karawaci, Selasa, (19/3), sore. Peristiwa penganiayaan yang menimpa Tarman, 60 tahun, mengejutkan warga sekitar.

Tarman, yang hendak bersilaturahmi ke rumah keluarganya di Tangerang, melintas dari arah Cikokol menuju Karawaci lewat jembatan rangka Cisadane. Namun, saat di tikungan, motornya bersenggolan dengan seorang pemotor lain sehingga memicu insiden ini.

"Pelaku yang mengendarai sepeda motor matic merasa tidak terima dan langsung menghajar korban di pinggir jalan," ujar Tarman.

"Niat saya ingin minta maaf, akan tetapi saya dihajar habis-habisan," tambahnya.

Menurut keterangan saksi, Dion, korban dibanting ke jalan dan ditendang kepalanya hingga bersimbah darah dan terkapar di tempat.

"Kasihan, orang yang lebih tua dibanting dan ditendang kepalanya, korban sampai mengeluarkan darah banyak," ujar Dion.

Atas kejadian itu, Dion melaporkannya ke Polsek Karawaci untuk dilakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku.

Baca Juga: Santri di Makassar Tewas Usai Dianiaya Senior, Pihak Pesantren Menutupi Diduga Ayah Pelaku Polisi

"Pelaku juga sempat mengaku preman, warga pribumi Tangerang, mengancam korban jangan macam-macam," imbuh Dion.

Kasus pria dianiaya preman di Karawaci ini semakin meresahkan masyarakat, khususnya para pengguna jalan. 

Kapolsek Karawaci, Komisaris Polisi Ahmad, menegaskan bahwa pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kasus ini.

"Kami akan bekerja keras untuk menangkap pelaku dan membawa mereka ke hadapan hukum. Tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan di wilayah kami," tegasnya.

Penganiayaan di Karawaci ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di jalan raya. Tindakan premanisme dan kekerasan tidak bisa ditoleransi dalam masyarakat.

"Kami juga akan meningkatkan patroli di sekitar wilayah Karawaci dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga," jelas Ahmad sebagai upaya pencegahan.

Baca Juga: Suami di Jember Aniaya dan Sekap Istri di Kandang Sapi Gegara Pergi Tak Pamit