Partai Nasdem Gabung Prabowo-Gibran, Nasib Koalisi Perubahan di Ujung Tanduk

Koalisi Perubahan terancam setelah Nasdem resmi dukung Prabowo-Gibran. Baca selengkapnya di sini!

Partai Nasdem Gabung Prabowo-Gibran, Nasib Koalisi Perubahan di Ujung Tanduk
Partai Nasdem Gabung Prabowo-Gibran, Nasib Koalisi Perubahan di Ujung Tanduk. Gambar: Kompas.com/Adhyasta Dirgantara

BaperaNews - Nasib Koalisi Perubahan untuk Persatuan berada di ujung tanduk setelah Partai Nasdem secara resmi menyatakan dukungannya untuk bergabung dalam pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Langkah ini membuat Koalisi Perubahan tersisa hanya dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang juga bagian dari koalisi, menunjukkan kecenderungan untuk ikut bergabung, menyisakan ketidakpastian atas nasib kelompok politik ini.

"Masing-masing partai politik yang tergabung di dalam koalisi itu bisa bertemu dan kemudian bisa membahas akan kemana ini, tunggu waktu saja," ujar Bestari Barus dari Partai Nasdem.

Posisi Nasdem gabung Prabowo-Gibran bukan semata-mata karena tawaran pembagian kekuasaan, tetapi juga dengan harapan akan adanya agenda restorasi yang mendorong kemajuan bangsa. 

Baca Juga: Begini Jawaban PKS Saat Ditanya Pilih Gabung Prabowo-Gibran atau Oposisi

"Nasdem hari ini menyatakan kembali menegaskan mendukung pemerintahan baru di bawah Prabowo-Gibran," ungkap Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem.

Pada Kamis kemarin, Surya Paloh menyampaikan pernyataan ini di rumah Prabowo, Jakarta, di mana ia merasa dihormati karena diterima dengan baik oleh Prabowo, yang juga sahabatnya.

Meskipun bergabungnya Nasdem dalam pemerintahan tidak selalu berhubungan dengan pembagian kekuasaan, harapannya adalah adanya kemajuan bagi bangsa Indonesia di bawah kepemimpinan yang dipercayakan kepada Prabowo-Gibran.

Saat ini, dengan bergabungnya Nasdem, pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diharapkan dapat membawa perubahan yang positif bagi masyarakat.

"Mudah-mudahan pemerintahan ke depan, pemerintahan yang bisa dipercaya, yang bisa membawa amanah untuk kebaikan seluruh bangsa," tambah Bestari Barus.

Baca Juga: Prabowo Terima Telepon dari Menhan AS Usai Menang Pilpres, Ini Isi Obrolannya