Vila Ilegal di Canggu Akan Kena Sweeping

Dalam upaya menjaga keamanan dan kenyamanan turis, Dinas Pariwisata dan PHRI Bali membentuk tim khusus untuk menyapu vila ilegal di kawasan Canggu, Berawa, dan sekitarnya.

Vila Ilegal di Canggu Akan Kena Sweeping
Vila Ilegal di Canggu Akan Kena Sweeping. Gambar : Freepik.com/Dok. Jcomp

BaperaNews - Turis Bali diminta selektif dalam memilih penginapan di kawasan Canggu, Berawa, Bali karena disana disebut banyak penginapan ilegal atau tidak berizin dan akan disidak pemerintah setempat.

Dinas Pariwisata bersama PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) serta Asosiasi Kepariwisataan membentuk tim khusus untuk sweeping vila ilegal Bali.

Sasaran lokasi sweeping vila ilegal Bali ialah di Badung, Bali terutama di kawasan Canggu, Berawa, Perenenan, dan Kuta Selatan seperti Pecatu dan Uluwatu. Sweeping vila ilegal Bali dilakukan untuk menjamin ketersediaan hotel resmi bagi turis yang lebih aman karena telah terdaftar secara resmi.

Ketua PHRI Badung, Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengungkap tim khusus ini akan mendata lokasi penginapan yang diduga ilegal atau bodong, baik itu berupa villa maupun guest house.

“Tim khusus ini sudah dibentuk melibatkan semua pemangku kepentingan pariwisata” kata Surya hari Sabtu malam (24/6). 

Baca Juga : Pria di Bali Yang Palak Turis, Resmi Ditangkap!

PHRI Bali sebelumnya mendapat informasi ada sedikitnya 30% usaha properti seperti villa dan guest house berdiri tanpa ijin di Bali. Pemilik hotel abal-abal ini tidak akan dibiarkan terus lakukan praktik mereka, maka akan dilakukan sidak dan penyapuan secara tegas vila ilegal di Bali.

“Kami akan turun untuk sweeping vila ilegal di Bali, ada jadwalnya dan itu rahasia. Nanti kami sesuaikan dengan tim khususnya, kami akan sweeping kemana. Begitu” terangnya.

Rai menduga maraknya bisnis hotel dan penginapan ilegal ini karena pengawasan yang lemah, ada turis asing maupun lokal yang justru memilih tinggal di penginapan ilegal karena tergiur harga yang lebih murah.

Hal ini seringkali membuat petugas imigrasi sulit melacak turis yang berulah. Beda halnya dengan penginapan resmi yang sudah punya data daftar tamu.

Gubernur Bali Wayan Koster juga memastikan adanya penginapan vila ilegal di Bali ini membuat pemerintah daerah Bali rugi karena tidak punya ijin resmi dan tidak membayar pajak.

Padahal pajak dari penginapan di Bali juga memegang pendapatan tinggi. Jika terus terjadi, pemerintah daerah bisa rugi dan pihak keamanan sulit lakukan deteksi jika terjadi masalah pada turis.

Bagi semua turis diharap mengerti dan menjalankan himbauan ini, agar memilih penginapan resmi demi keamanan dan kenyamanan diri sendiri selama berwisata di Bali. Bebas dari resiko sidak maupun bahaya yang mungkin timbul.

Baca Juga : Viral! Seorang Balita di Samarinda Direhab Karena Positif Narkoba