Nadiem Buka Suara Terkait Shadow Organization Di Kemendikburistek

Kemendikbudristek Nadiem Makarim buka suara soal pihak-pihak yang sudah membantu bekerja di timnya, dituding sebagai “shadow organization” oleh publik.

Nadiem Buka Suara Terkait Shadow Organization Di Kemendikburistek
Nadiem Makarim buka suara soal pihak-pihak yang sudah membantu bekerja di timnya, dituding sebagai “shadow organization” oleh publik. Gambar : Dok. Helmi Afandi Abdullah/Kumparan

BaperaNews - Kemendikbudristek Nadiem Makarim buka suara tentang jumlah pihak-pihak yang membantunya bekerja di timnya, yang dituding sebagai “shadow organization” oleh publik.

Ia mengatakan, timnya berjumlah 400 orang, berasal dari GovTech Edu di bawah PT Telkom Indonesia yang menjalin kontrak kerjasama dengan Kemendikbudristek.

“Tentunya GovTech Edu (PT Telkom) itulah organisasi vendornya, kontraknya vendor, jadi saya harus klarifikasi dengan jelas, mereka adalah vendor secara kontraktual” ujarnya Sabtu (24/9).

“Itu sebenernya yang saya maksud kemarin, karena mungkin translasi bahasa Inggris ke Indonesia, jadi maksud saya itu ada organisasi yang men-shadow, artinya jadi cermin dari organisasi yang ada di Kemendikbud” terangnya.

400 orang timnya dibayar dari anggaran Kemendikbudristek. Ia juga menyebut GovTech Edu ialah mitra kerja yang baik yang bisa berdiskusi banyak hal dengan para pejabat di Kemendikbud, juga bisa berkoordinasi dengan sangat baik ketika bekerjasama dengan para Direktorat Jenderal Kemendikbud.

Nadiem yakin Kementerian lain bisa melakukan hal serupa, yakni mendapat vendor dari luar kementrian untuk membuat kebijakan atau produk baru.

Baca Juga : Twitch Buka Suara Usai Laporan 2000 Predator Anak Di Platformnya

“Ini ialah hal yang menurut kami harusnya dilakukan seluruh Kementerian, agar di tiap Kementrian punya kemampuan untuk membuat produk gratis yang bisa mengakselerasi transformasi mereka dan punya paradigma baru untuk mendengarkan stakeholder” lanjutnya.

Saat ini, produk-produk yang dibuat Nadiem bersama jajarannya dan GovTech Edu diantaranya produk pendidikan yang berhubungan dengan teknologi yakni ARKAS, SIPlah, Merdeka Mengajar, Kampus Merdeka, Belajar.id, hingga Rapor Pendidikan.

Nadiem memastikan, produk yang dibuat bersama GovTech Edu hanya seputar produk pendidikan berbasis teknologi. “Sepenuhnya hanya yang berkaitan dengan produk teknologi, dengan mereka ya bikin aplikasi seperti SIPlah, Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, ARKAS, dan lainnya banyak produknya” pungkasnya.

Sebelumnya Nadiem menyampaikan bahwa ia punya 400 anggota tim kerja yang bukan dari Kementrian, namun dari luar. “Kami punya 400 manajer produk, ilmuwan data, insinyur perangkat lunak, sebagai tim kerja yang melekat untuk Kementerian”.

“Tiap produk manajer dan ketua tim punya posisi hampir setara dengan Dirjen yang beberapa hadir disini, mereka sebagai rekan diposisikan untuk bertukar pikiran dan mendesain produk” ujarnya di Instagram pada Rabu (21/9).

Publik kemudian mengira bahwa organisasi di luar Kementrian itu adalah shadow organization terlebih setelah banyaknya keluhan birokrasi mati akibat adanya tim tersebut.

Baca Juga : Menkominfo: Perusahaan yang Berani Jual-beli Data Pribadi Didenda Rp 50 Miliar