Fahd A Rafiq Sarankan Pemerintah Maksimalkan Infrastruktur Dinamis

Ketua Umum DPP Bapera, Fahd A Rafiq menyarankan agar pemerintah Indonesia segara membangun infrastruktur dinamis.

Fahd A Rafiq Sarankan Pemerintah Maksimalkan Infrastruktur Dinamis
Ketua Umum DPP Bapera, Fahd A Rafiq menyarankan agar pemerintah Indonesia segara membangun infrastruktur dinamis. Gambar : Unsplash.com/Dok. Sean Pollock

Ahmad Sofyan (Kontributor) - Perusahaan besar adalah perusahaan yang mempunyai lebih dari 100 pegawai dan memiliki omset lebih dari 50 miliar per tahun. Perusahaan besar juga pasti dikelola atau dipimpin oleh manajer profesional yang bukan bagian dari pemilik perusahaan tersebut. 

Saat ini Indonesia memiliki sekitar 5700-an perusahaan besar yang memiliki 100 pegawai dan memiliki omset lebih dari 50 miliar per tahun. 

“Jika dibandingkan dengan negara Eropa, Amerika, Jepang, dan China yang memiliki omset 5 juta dolar per tahun, itu lebih dari 212 ribu. Sedangkan di Amerika yang omsetnya 5 juta dolar ke atas itu ada 245 ribu perusahaan yang masuk dalam kategori ini,” ucap Fahd A Rafiq

Fahd A Rafiq menambahkan, “Indonesia saat ini baru memiliki kurang lebih 5700 perusahaan besar, jika dibandingkan dengan Amerika yang memiliki 245.000, kita hanya 2,3% nya perusahaan di Amerika. Kelas menengah Indonesia itu masuk kategori bagaimana? Kelas menengah itu omsetnya 2,5 sampai 5 miliar per tahun”.

Baca Juga : Fahd A Rafiq: Indonesia Hari Ini Harus Belajar Dari Negara Afrika

Singapura memiliki 77 ribu perusahaan di kelas menengah, namun penduduk Singapura hanya 2% dari penduduk Indonesia. Hal tersebut berarti Indonesia masih lemah dalam sektor swasta. 

“Di Amerika, perusahaan Apple nilainya kurang lebih 1000 billion dolar, ini jauh tiga kali di atas BUMN Indonesia yang CEO nya orang biasa bukan menteri yang pasti,” pungkas Fahd A Rafiq. 

Ini adalah tantangan untuk Indonesia, negara yang lincah sudah membangun pertumbuhan ekonomi dengan begitu cepat, karena pendorong terbesarnya adalah sektor swasta. 

“Dimana yang dibangun sektor swasta yaitu infrastruktur dinamis,” ungkap Fahd A Rafiq

Perlu diketahui, infrastruktur dinamis adalah industri manufaktur, produsen dan dunia kreatif ciptaan. Jadi, sebaiknya Indonesia membangun infrastruktur dinamis berbasis swasta. 

Baca Juga : Fahd A Rafiq: Kita Harus Bergandengan Tangan Membangun Kekuatan Ekonomi Bersama

Penulis : Ahmad Sofyan (Bapera Pusat)