Bakal Naik, Segini Prediksi Harga Minyak 2024

Menggali proyeksi harga minyak mentah dunia berdasarkan prediksi lembaga dunia dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global.

Bakal Naik, Segini Prediksi Harga Minyak 2024
Bakal Naik, Segini Prediksi Harga Minyak 2024. Gambar : Kompas.com/Dok. Kiki Safitri

Baperanews - Isu harga minyak mentah dunia yang terus naik masih menjadi kekhawatiran bagi Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, sebab jelas akan berpengaruh pada APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) berhubungan dengan subsidi energi.

Sri Mulyani pimpinan tertinggi Kemenkeu menyebut harga minyak 2024 saat ini sulit diprediksi, lembaga internasional juga tak seirama dengan memproyeksikan harga minyak mentah sebagai acuan diantaranya Bank Dunia, Bloomberg, hingga EIA (Energy Information Administration).

“Harga minyak 2024 agak sulit diprediksi, kita lihat beberapa lembaga internasional membuat outlooknya” tutur Ani dalam rapat bersama Komisi XI DPR di Jakarta hari Senin (5/6).

Perkiraan Harga Minyak 2024 dari Lembaga Dunia

EIA memperkirakan harga minyak untuk Mei 2023 di tahun 2024 ialah US$ 74,5 per barel, Bloomberg US$ 86 per barel, World Bank US$ 86 per barel. Sedangkan Indonesia untuk ICP 2024 diperkirakan mencapai us$ 75-85 per barel, tak jauh beda dari harga minyak tahun 2023 sebesar US$ 80-85 per barel.

Maka dengan adanya tren harga minyak mentah dunia yang masih tinggi tersebut, sulit untuk memperkirakan proyeksi pertumbuhan ekonomi global akan membaik sehingga berpengaruh pada permintaan dan produksi. Negara pengekspor minyak bahkan telah berencana memangkas produknya seperti Arab Saudi, OPEC+.

“OPEC sangat aktif mengelola produksinya bahkan memotong produksinya untuk seimbangkan permintaan yang lemah karena pertumbuhan ekonomi juga lemah, maka harga diperkirakan akan terjaga di US$ 75-85 seperti di KEM-PPKF” imbuh Ani.

Baca Juga : Kemenkeu Buka Suara Soal Dana Mobil Listrik Pejabat Capai Rp 1 M Per Unit!

Harga Batubara dan CPO

Harga komoditas ekspor lain yang jadi andalan Indonesia seperti batu bara juga diperkirakan masih menurun dari harga puncak tahun 2022 lalu senilai US$ 345 per metric ton menjadi hanya US$ 200 per metric ton. Tahun 2023 ini bahkan berlanjut turun ke US$ 155 per metric ton.

Untuk CPO atau minyak mentah kelapa sawit ada kemungkinan membaik di tahun 2024 mendatang, Harga puncak di tahun 2022 sebesar US$ 1.276 per metric ton, kini menjadi US$ 980 per metric ton, dan tahun 2024 diperkirakan kembali naik menjadi US$ 1.020 per metric ton.

Dengan kondisi seperti ini, besar kemungkinan harga minyak goreng naik. Jika sampai harga minyak goreng naik kembali, bukan tidak mungkin, kondisi APBN ikut goyah karena harus menggelontorkan sejumlah dana untuk alokasi subsidi minyak goreng.

“Ini tentu bisa jadi sesuatu yang kita jaga karena terus berpengaruh pada kondisi APBN. Bisa memberi pendapatan cukup besar di sisi pajak, bea cukai, PNBP, di sisi lain subsidinya terpengaruh” pungkas Ani.

Baca Juga : Dukungan Kemenkeu Pada PNS: Beri Suplemen Daya Tahan Tubuh