Pemerintah Batalkan Impor KRL Bekas Jepang

KAI Commuter memutuskan untuk mengganti kereta listrik lama dengan sarana baru dan tidak akan mengimpor KRL bekas Jepang.

Pemerintah Batalkan Impor KRL Bekas Jepang
Pemerintah Batalkan Impor KRL Bekas Jepang. Gambar : Detik.com/Dok. Ari Saputra

BaperaNews - KAI Commuter akan melakukan peremajaan pada sarana (retrofit) 19 rangkaian kereta listrik lama untuk diganti baru agar bisa melayani penumpang lebih baik pada 5 tahun ke depan.

Keputusan ini diambil usai Menkomarves Luhut Binsar menegaskan Indonesia tidak akan mengimpor KRL bekas Jepang karena melanggar aturan. Dalam hal ini, artinya pemerintah batalkan impor KRL bekas Jepang.

“Saat ini KAI Commuter lakukan upaya untuk penuhi kebutuhan pengadaan kereta listrik baru untuk mengakomodir pengguna yang sudah berada di angka 850 ribu sehari dengan volume tertinggi di tahun ini ialah 975 ribu dan bisa terus bertambah” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba pada Sabtu (24/6).

Anne mengungkap pada rapat koordinasi pada Rabu (21/6) lalu bahwa kebutuhan sarana KRL untuk 5 tahun ke depan bisa dipenuhi dengan aturan yang saat ini berlaku. Rapat koordinasi dilakukan bersama Menko Marves, Kementrian Perindustrian, DJKA, BPKP, PT KAI, dan PT INKA dipimpin langsung oleh Luhut. Keputusan bulat pemerintah batalkan impor KRL bekas Jepang.

Rapat membahas kebutuhan sarana KRL dengan skema retrofit untuk merubah sarana yang ada untuk 5 tahun ke depan juga pengadaan sarana KRL baru untuk penambahan kapasitas dan replacement.

Selain lakukan retrofit pada 19 sarana KRL yang lama, KAI Commuter juga berkontrak dengan PT INKA untuk pengadaan 16 transet sarana KRL baru dalam rangka menambah kapasitas yang akan dikirim secara bertahap di tahun 2025-2026.

Baca Juga : Berharap Harga Turun, Kemendag Impor 170 Ton Bawang

Jadi keputusan pemerintah batalkan impor KRL bekas Jepang dinilai sudah sangat tepat dan bisa memberi peluang perusahaan dalam negeri untuk lebih berkembang.

Untuk upaya penggantian KRL, perusahaan mendatangkan 3 rangkaian KRL baru di tahun 2024 ini dan 8 sarana KRL baru di tahun 2027 mendatang.

“Maka total trainset baru ada 24 akan didatangkan PT INKA sampai tahun 2027. Ini bentuk dukungan KAI Commuter pada produksi KRL dalam negeri yang tentunya akan terus tumbuh” lanjutnya.

Selain mendapat pendanaan dari PT KAI dan KAI Commuter, pengadaan sarana KRL itu juga mendapat dukungan dari PMN (Penyertaan Modal Negara).

KAI Commuter dan PT KAI sebagai induk perusahaan kereta api di Indonesia akan terus berkoordinasi secara rutin dengan PT INKA tentang proses pengadaan sarana dengan skema retrofit agar memastikan semua proses pengadaan tidak mengganggu layanan maupun operasional Commuter Line Jabodetabek.

“Tentunya ini penting untuk tingkatkan pelayanan pada pengguna ke depannya dan dukungan pada produksi sarana KRL di dalam negeri. Ini terus dikaji bersama stakeholder terkait termasuk dampak pada PSO yang masih kami hitung dan kami kaji” pungkas Anne.

Baca Juga : Kemendag Siapkan Perpres Larangan Perdagangan Baju Impor Bekas