Pamit Bermain, 2 Balita Di Lamongan Ditemukan Tewas Di Telaga

Pamit keluar rumah untuk main, 2 Balita berusia 3 tahun di Desa Jugo, Sekaran, Lamongan tewas usai tenggelam di Telaga Desa

Pamit Bermain, 2 Balita Di Lamongan Ditemukan Tewas Di Telaga
Ilustrasi Foto 2 Balita di Lamongan ditemukan tewas di Telaga Desa. Gambar : unsplash.com/Dok. Kelly Sikkema

BaperaNews - Dua balita dari Desa Jugo, Kecamatan Sekaran, Lamongan, Jawa Timur berinisial AGA (3) dan HMR (3) ditemukan tewas di telaga desa.

2 balita di Lamongan merupakan teman sekampung. Keduanya sempat pamit ke orang tuanya sebelum bermain hingga akhirnya ditemukan tewas di telaga.

“Sebelum kejadian pada pukul 11.00 WIB kedua korban sempat pamit kepada orang tuanya, mau main keluar rumah” tutur Kasi Humas Polres Lamongan Anton Krisbiantoro pada Kamis (29/12). 2 balita lamongan itu pamit ke orang tua pada Rabu (28/12) pukul 12.30 WIB.

Usai satu jam, ibu salah satu korban bernama Sriatun (50) merasa khawatir anaknya tak kunjung pulang, Sri kemudian mencari anaknya tersebut, ia mendapat informasi dari tetangga sekitar bahwa anaknya dan temannya berjalan ke arah telaga desa.

“Sampai di telaga, Sri menemukan korban HMR sudah tidak bernyawa di pinggir telaga bagian barat, Sri kemudian juga menemukan korban AGA di dasar telaga yang dalamnya sekitar 5 meter” imbuh Anton Krisbiantoro.

Baca Juga : Heboh! Ojol Dapat Orderan Kubur Jenazah Bayi Di Bandung

2 balita di Lamongan tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Sekaran, namun tim medis menyatakan nyawa keduanya tidak bisa diselamatkan, kedua balita tersebut telah meninggal dunia karena tenggelam.

“Tidak ditemukan bekas penganiayaan atau kekerasan di tubuh kedua korban, pihak keluarga telah menerima bahwa bencana ini adalah musibah dan ujian, mereka tidak menuntut untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut” pungkas Anton Krisbiantoro .

Kedua orang tua korban sudah membuat surat pernyataan bahwa mereka telah menerima kejadian ini, maka pihak kepolisian tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut, kedua korban juga tidak diotopsi.

Keluarga korban telah menerima, anak mereka mungkin memang bermain di telaga desa tanpa pengawasan dari orang dewasa, sehingga ketika bermain terpeleset atau jatuh ke telaga hingga tenggelam dan meninggal dunia.

Kasus 2 balita di lamongan tewas di telaga desa ini tentu bisa jadi pelajaran untuk semua orang tua agar lebih awas dalam mendampingi dan mengawasi anaknya, terlebih untuk balita, tentu perlu didampingi orang dewasa jika mereka bermain di luar rumah untuk meminimalisir bahaya atau resiko yang mungkin terjadi.

Anak balita seringkali belum bisa membedakan mana yang aman dan mana yang bahaya untuk dirinya, sebab itu mereka sepenuhnya masih menjadi tanggung jawab orang tua dan orang dewasa di sekitarnya.

Belajar dari balita Lamongan tewas di telaga desa, para orang tua diharapkan harus lebih hati-hati dalam pengawasan anak-anaknya. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali.

Baca Juga : Miris! Remaja Asal Lampung Perkosa Ibu Kandung Dan Cabuli Adiknya