Arab Saudi Beri Jatah Tambahan 8.000 Kuota Haji Untuk Indonesia

Menteri Agama Yaqut Cholil mengumumkan tambahan kuota haji untuk Indonesia sebanyak 8.000 jiwa. Pelunasan biaya haji akan diperpanjang dengan adanya tambahan ini.

Arab Saudi Beri Jatah Tambahan 8.000 Kuota Haji Untuk Indonesia
Indonesia Dapat Tambahan Kuota Haji Sebanyak 8.000. Gambar : Pixabay.com/Dok. Konevi

BaperaNews - Menteri Agama Indonesia Yaqut Cholil mengungkap Indonesia mendapat kuota haji tambahan dari pemerintah Arab Saudi sebanyak 8.000 jiwa. Penambahan ini sudah masuk ke e-Hajj yang merupakan aplikasi visa Arab Saudi.

“Tambahan kuota mulai hari ini sudah masuk di e-Hajj jumlahnya 8.000 jiwa” tutur Yaqut Cholil pada Minggu (7/5).

Kemenag Indonesia masih menunggu surat pemberitahuan resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait penambahan kuota haji Indonesia ini.

Pihak Kemenag juga akan segera membahasnya dengan DPR dan berkoordinasi dengan Kementerian Haji & Umroh Arab Saudi untuk penentuan langkah lebih lanjut.

“Kementerian Agama akan terus berkomunikasi intensif dengan berbagai pihak termasuk dengan Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi untuk merespon kebijakan penambahan kuota haji Indonesia ini” imbuhnya.

Sebelumnya kuota haji 1444 H atau tahun 2023 untuk Indonesia ditetapkan sebanyak 221.000 jiwa terdiri dari 203.220 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus.

Dengan adanya kuota haji tersebut, jemaah bisa mengecek perkiraan jadwal keberangkatannya. Penambahan kuota haji Indonesia sebanyak 8.000 jiwa ini tentu juga memberi kesempatan lebih banyak jemaah haji untuk segera datang ke tanah suci.

Baca Juga : Lebaran Haji 2023 Akan Tiba, Simak Cara Cek dan Jadwal Keberangkatan Haji 2023

Jemaah haji bisa mengecek jadwal perkiraan berangkatnya melalui aplikasi Pusaka Kemenag. “Penyesuaian dilakukan dan kini jemaah haji bisa kembali memperkirakan kapan keberangkatan hajinya dengan memasukkan nomor porsinya di aplikasi Pusaka Kementrian Agama” pungkas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Indonesia Hilman Latief.

Dengan adanya tambahan kuota haji Indonesia ini, proses pelunasan biaya haji akan diperpanjang. Sebelumnya para jemaah yang dijadwalkan berangkat haji di tahun 2023 ini diberi waktu melunasi biaya hajinya mulai 11 April-5 Mei 2023.

“Beriringan dengan pelunasan, Kemenag akan mengurus dokumen jemaah mulai dari paspor, menyesuaikan kontrak layanan dengan penyedia layanan di Arab Saudi agar kuota tambahan untuk jemaah juga bisa diterbitkan. Kontrak penerbangan juga akan disesuaikan dengan adanya kuota tambahan ini, juga terkait pengaturan kloternya” pungkas Yaqut.

Pihak Kemenag berusaha sebaik mungkin agar kuota tambahan haji ini bisa terserap maksimal dan bisa menjadikan semakin banyak jemaah Indonesia bisa pergi ke tanah suci yang menjadi impian dalam salah satu ibadahnya.

Baca Juga : Jemaah Haji Dilarang Bawa Jimat, Kemenag Bisa Dihukum Mati