9 Pabrik Bakal PHK Massal Di Beberapa Daerah, Ada Apa?

Ribuan pekerja di Indonesia terancam kehilangan sumber pendapatannya karena menjadi korban pabrik PHK massal. Simak selengkapnya!

9 Pabrik Bakal PHK Massal Di Beberapa Daerah, Ada Apa?
Pabrik Bakal PHK Massal. Gambar : Unsplash.com/Dok. Remy Gieling

BaperaNews - Ribuan pekerja di Indonesia terancam kehilangan sumber pendapatannya karena jadi korban pabrik PHK massal.

Saat ini Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) sedang memediasi proses PHK (pemutusan hubungan kerja) massal di 9 pabrik untuk kepentingan pemangkasan karyawan yang ditandai dengan merumahkan para karyawan ataupun langsung lakukan PHK, relokasi pabrik ke tempat yang lebih murah biayanya, bahkan menutup pabrik. Pabrik harus mengurangi kapasitasnya karena kondisi penjualan yang tidak menentu.

“Saya berani bilang, ada 80% industri garmen, tekstil, dan sepatu alami efisiensi pekerja, ada yang pabrik PHK massal, ada yang sampai tutup pabriknya” tutur Presiden KSPN Ristadi pada Senin (5/6).

Daftar Perusahaan Sedang Proses Pemangkasan Karyawan

Meski ada juga pabrik baru atau investasi baru yang muncul yang artinya akan membuka perekrutan karyawan khususnya di Jawa Barat bagian timur dan Jawa Tengah bagian selatan, namun dipastikan ada 9 perusahaan yang sedang dalam proses memangkas karyawan yaitu :

Lokasi: Jawa Tengah

  • Duniatex: 3000-an pekerja dirumahkan ke arah PHK
  • Agungtex Group: 2000- an pekerja dirumahkan ke arah PHK
  • PT Kabana efisiensi dirumahkan arah PHK 1200-an pekerja
  • PT Pismatex pailit proses penyelesaian PHK 1.700-an pekerja
  • PT Sae Apparel ribuan PHK karena relokasi sebagian.

 Lokasi: Jawa Barat

  • PT Pulaumas dirumahkan arah PHK 800-an pekerja
  • PT Adetex 500-an pekerja dirumahkan proses PHK.

 Lokasi: Banten

  • PT Nikomas PHK bertahap ribuan pekerja
  • PT Chingluh 2000-an pekerja PHK.

Proses Mediasi Pemangkasan Karyawan Sedang Berlangsung

KSPN saat ini ikut memediasi pemangkasan tersebut dengan memberi bantuan hukum jika tidak terjadi kesepakatan antara pabrik dan karyawan sehingga harus diselesaikan di Pengadilan Hubungan Industrial.

“Hanya PT Chingluh yang sudah selesai akhir tahun 2022 lalu, lainnya sampai sekarang masih berjalan” imbuhnya.

Data perusahaan yang sedang proses pemangkasan karyawan itu bisa bertambah, ia mencontohkan ada pabrik yang tidak masuk KSPN karena tidak menjadi anggota yakni PT Panarub dan PT Tuntex yang memiliki 3.000an pekerja. Maka ada gelombang pabrik PHK massal yang tidak terdeteksi dan jumlah angkanya bisa saja melebihi data KSPN.

Baca Juga : Pabrik Uang Palsu Berkedok Percetakan Di Sukoharjo Digrebek, Rp 1,26 Miliar Disita

Sebab Pabrik PHK Massal di Indonesia

Ristasi mengungkap sebab terjadinya pabrik PHK massal di pabrik Indonesia ialah karena mengalami penurunan bahkan tidak ada penjualan sama sekali, membuat perusahaan terpaksa memangkas karyawan untuk tetap bisa bertahan.

“Usaha tekstil alami kondisi parah dari usaha sepatu. Tekstil dan garmen itu merata di Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat banyak yang tutup, karyawan dirumahkan. Perusahaan ekspor mengalami penurunan bahkan tidak ada pemesanan sama sekali. Untuk perusahaan domestik juga harus berhadapan dengan gempuran produk impor. Permintaan dalam negeri murah tapi karena banyak diisi barang murah dari China, industri dalam negeri jadi tak bisa bertahan” terangnya.

“Ada juga perusahaan yang relokasi, ada yang turunkan kapasitas ada yang tutup bahkan sampai bangkrut. Kalau perusahaan yang punya modal besar tentu dia langsung relokasi ke daerah yang biayanya lebih murah untuk menekan biaya. Misalnya upah karyawan di Serang Rp 4-4,5 jutaan dan di Pekalongan Rp 2 jutaan. Artinya kalau perusahaan pindah, upah untuk 1 orang bisa dipakai untuk 2 orang dan akhirnya karyawan di pabrik lama di PHK” pungkas Ristadi.

Baca Juga : Buruh Pabrik Di Semarang Mendadak Jadi Miliarder, Kok Bisa?