Viral Curhatan Ibu Ngaku Tangan Bayinya Patah Dalam Proses Persalinan

Viral di media sosial curhatan seorang ibu yang mengaku bahwa tangan bayinya mengalami patah tulang saat proses persalinan.

Viral Curhatan Ibu Ngaku Tangan Bayinya Patah Dalam Proses Persalinan
Viral Curhatan Ibu Ngaku Tangan Bayinya Patah Saat Melahirkan. Gambar : Unsplash.com/Dok. Flavia Gava

BaperaNews - Viral curhatan seorang ibu yang mengaku tangan bayi yang dilahirkannya patah di RSUD Rupit, Muratara. Curhatan ibu tentang tangan bayi patah tersebut diunggah oleh akun Facebook Kokoh Putri Putri.

Namun usai postingan curhatan ibu tentang tangan bayi patah tersebut viral, postingan langsung hilang, sudah dihapus oleh akun tersebut.

Warga Muratara tersebut mengaku shock ketika mengetahui tangan bayi yang baru dilahirkannya patah ketika ditangani petugas medis RSUD Rupit pada Selasa (21/2) pukul 08.00 WIB. Akun Kokoh memprotes pelayanan RSUD Rupit yang menurutnya mengakibatkan bayinya mengalami cacat lahir yakni mengalami patah tulang di tangan.

Seorang warga Kibo yang sempat membaca curhatan ibu tentang tangan bayi patah tersebut mengaku cerita Kokoh langsung mendapat sorotan dari masyarakat Muratara.

“Saya sempat lihat postingannya, tapi sudah dihapus sekarang, intinya dia komplain pada pelayanan RSUD Rupit yang membuat bayinya patah lengan ketika dilahirkan dan dia minta dirujuk ke RS di Lubuklinggau” tuturnya.

Sementara itu diketahui akun Kokoh Putri Putri ialah seorang wanita warga Kecamatan Karang Jaya yang menetap di Kecamatan Rupit, ia melahirkan pada Sabtu (18/2) pukul 00.00 WIB di RSUD Rupit.

Baca Juga : Viral! Video Pelajar SMP di Baubau Sultra Ciuman di Dalam Kelas

Penjelasan Pihak Rumah Sakit Mengenai Insiden Tangan Bayi Patah

Kasi Humas RSUD Rupit Ahmad Apandi menjelaskan sumber perkaranya, ia mengkonfirmasi memang pasien tersebut telah bersalin di RSUD Rupit. Pasien atas nama Kokoh Putri Ayu (32), datang ke rumah sakit dalam kondisi ketuban sudah pecah dan pembukaan delapan.

Ketika datang, pasien kesulitan melahirkan normal, pasien hamil anak ketiga dengan berat badan 106 kg dan tensi 160/100 serta tulang pinggul kecil. Sejumlah petugas medis sudah berusaha maksimal meski dengan resiko tinggi.

“Ada cedera tulang leher, tangan, dan bahu. Kalau tidak ditangani maksimal bayinya bisa meninggal” ucap Ahmad Apandi. Bayi yang dilahirkan tersebut tersangkut antara rahim dan tulang pinggul dengan posisi kepala dan lengan kiri sudah keluar duluan.

“Tapi Alhamdulillah akhirnya bayi keluar dengan selamat meski ada masalah distosia bahu atau bahu terjepit dan patah ketika proses melahirkan” lanjutnya.

Tenaga medis pun kemudian melaporkan pada dokter bedah dan rencananya akan dipasang gips di lengan bayi, namun pihak keluarga justru mendesak agar dirujuk ke RS di Lubuklinggau.

“Ini ada miss komunikasi, ketika pasien minta dirujuk ke RS di Lubuklinggau kami tidak bisa karena belum ada izin dari dokternya. Kami sudah jelaskan masalah itu dan kami minta pasien hapus postingannya, karena ini memang murni proses melahirkan dengan resiko tinggi” pungkas Ahmad Apandi.

Pihak Kokoh Putri sendiri hingga berita ini disampaikan belum memberi keterangan secara langsung.

Baca Juga : Viral Kasus Perawat Gunting Jari Bayi di Palembang, Pihak RS: Kami Minta Maaf