Maut Di Tenda Resepsi, Mantan Istri Tak Terima Suami Menikah Lagi

Seorang wanita asal Kuwait nekat membakar tenda resepsi mantan suaminya, karena tidak terima sang mantan suami menikah lagi.

Maut Di Tenda Resepsi, Mantan Istri Tak Terima Suami Menikah Lagi
Ilustrasi Foto Maut di tenda resepsi pernikahan. Gambar : unsplash.com/Dok. Samuel Regan-Asante

BaperaNews - Nasra Tussef Mohammad al Enezi (23), seorang wanita asal Kuwait membakar tenda resepsi mantan suaminya, tenda resepsi tersebut terbakar hebat selama 3 menit, akibat kejadian ini, pemerintah Kuwait kini melarang adanya tenda resepsi.

Kejadian maut di tenda resepsi terjadi saat pernikahan mantan suami Enezi yang dilaksanakan di Jahra pada 15 Agustus 2019 lalu. Akibat terbakarnya tenda pernikahan, 57 orang tewas dan 90 lainnya luka-luka.

Enezi nekat menyiram bensin ke tenda resepsi dimana banyak anak-anak dan wanita sedang berkumpul. Memang di Kuwait, tenda wanita dan anak-anak dipisahkan dengan tenda lelaki.

Tiga menit kemudian seluruh tenda resepsi terbakar, Suhu di dalam tenda ketika kebakaran diperkirakan mencapai 500 derajat celcius, hanya ada satu pintu keluar tenda, membuat orang-orang di dalamnya terbakar api, tenda tidak memenuhi standar keselamatan.

Empat tim pemadam kebakaran diterjunkan pada saat kejadian maut di tenda resepsi, para petugas sulit mengevakuasi korban karena banyaknya orang di tempat kejadian, diketahui pada pesta pernikahan selalu ada banyak orang mulai dari kerabat hingga tamu.

Kejadian bakar tenda resepsi mantan suami menikah lagi ini dinilai sebagai bencana terbesar dalam 40 tahun terakhir, hingga membuat pemerintah Kuwait melarang pemakaian tenda pernikahan sampai saat ini.

Baca Juga : Pria Di Palembang Batal Nikah Usai Ibunya Dibentak Calon Istri Gegara Uang Kurang 700 Ribu

Enezi ditangkap tak lama usai kejadian, ia ditahan, ketika sidang, ia banyak menyampaikan argumentasinya. Kemudian diketahui bahwa Enezi dan mantan suaminya punya dua anak dengan cacat mental. Enezi diduga tidak terima mantan suami menikah lagi.

Dalam sidang, Enezi mengaku telah menuangkan bensin di sekitar tenda pernikahan, ia merasa perlu melakukannya untuk membalas perlakuan buruk mantan suaminya hingga menyebabkan perceraian. Kejadian maut di tenda resepsi ini mendapat perhatian besar dari media setempat dan internasional.

Enezi sendiri sebelumnya adalah istri dari Zayed Zafiri (36), pernikahan keduanya kandas usai Enezi menolak permintaan Zayed untuk menikah lagi. Maka pernikahan baru Zayed menyebabkan Enezi dihantui dendam kesumat, membuatnya nekat berbuat tindak kriminal dan membuat celaka banyak orang.

Enezi diputuskan mendapat hukuman mati, ia terbukti merencanakan pembunuhan dan tindak pembakaran yang membahayakan nyawa banyak orang, ia dihukum mati pada 30 Maret 2010 dengan cara digantung.

Enezi dan pengacaranya sempat mengajukan banding, namun pada akhirnya keputusan tetap sama, atas tindakan Enezi, ia dinilai memang pantas mendapat hukuman mati.

Baca Juga : BKKBN Buka Suara Soal Viral Wejangan 'Jangan Buru-Buru Nikah'