Viral Video Warga Sewa Ambulans untuk Mudik Lebaran, Ugal-ugalan Lawan Arus One Way di Tol

Viral video ambulans dihentikan oleh polisi di exit tol Parungkuda, Sukabumi, karena digunakan untuk keperluan nondarurat. Baca selengkapnya di sini!

Viral Video Warga Sewa Ambulans untuk Mudik Lebaran, Ugal-ugalan Lawan Arus One Way di Tol
Viral Video Warga Sewa Ambulans untuk Mudik Lebaran, Ugal-ugalan Lawan Arus One Way di Tol. Gambar: Kolase Tangkapan Layar/ Instagram/@kamerapengawas.id

BaperaNews - Video viral di media sosial menggambarkan sebuah insiden di mana ambulans dihentikan oleh polisi yang tengah mengatur arus balik mudik Lebaran 2024. Kejadian ini menjadi sorotan karena menimbulkan pertanyaan tentang penggunaan ambulans untuk keperluan yang tidak darurat.

Video yang diunggah oleh akun Instagram @kamerapengawas.id memperlihatkan mobil ambulans berhenti di jalan tol, tepatnya di exit tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin (15/4) kemarin. 

Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, ambulans tersebut sebenarnya membawa seorang pembantu rumah tangga yang hendak pulang ke Sukabumi dari Bogor, bukan pasien sakit sebagaimana mestinya ambulans.

"Setelah diperiksa ambulans tidak membawa pasien kritis tetapi akan membawa pembantu rumah tangga yang akan ke Sukabumi Kota dari Bogor Kabupaten," jelas Tony.

Baca Juga: Sekeluarga Diduga Keracunan AC Mobil Saat Mudik Lebaran, 1 Orang Meninggal

Awalnya, petugas di lapangan tengah mengatur lalu lintas, terutama dalam rangka arus balik mudik. Namun, dilaporkan bahwa ada dua mobil ambulans yang melanggar arah dari rekayasa one way tersebut. Ambulans pertama diperbolehkan lewat karena membawa pasien kritis, namun yang kedua dihentikan karena mencurigakan.

"Mendapatkan informasi dari anggota yang sedang buka tutup kendaraan, terdapat ada 2 ambulans yang melawan arus one way, dari Bogor mengarah ke Sukabumi," tambahnya.

Setelah diperiksa, diketahui bahwa ambulans tersebut sebenarnya disewa oleh seorang wanita dan sopirnya. Keduanya meminta maaf dan menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya. Mereka hanya diberi edukasi dan dilepas kembali.

Situasi ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat. Penggunaan ambulans untuk keperluan yang tidak mendesak dapat menghambat akses bagi pasien yang benar-benar membutuhkan pertolongan cepat.

Baca Juga: Pengendara LCGC Berulah, Toyota Agya Lawan Arah hingga Sebabkan Macet