Viral Video Bocah Nangis Kelaparan hingga Disiram Ibunya di Bojonggede

Camat Bojonggede memberikan respons cepat atas viralnya video yang memperlihatkan bocah menangis kelaparan yang diduga di depan rumah tetangganya. Simak selengkapnya di sini!

Viral Video Bocah Nangis Kelaparan hingga Disiram Ibunya di Bojonggede
Viral Video Bocah Nangis Kelaparan hingga Disiram Ibunya di Bojonggede. Gambar : IG Kecamatan Bojonggede

BaperaNews - Sebuah video menunjukkan seorang bocah laki-laki menangis dan menjerit di depan sebuah rumah di kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), telah menjadi viral di media sosial (medsos). Bocah tersebut menangis dan menjerit diuga karena kelaparan.

Dalam video tersebut, yang tersebar pada Selasa (7/5), terdengar seorang perempuan yang disebut ibunya memaki bocah tersebut. Tak lama kemudian, bocah tersebut terlihat melempar sandal dan menjatuhkan karung berisi sampah di depan rumahnya.

Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, memberikan tanggapannya terhadap video viral tersebut. Dia mengatakan menerima laporan terkait peristiwa tersebut berdasarkan video yang beredar di Instagram pada Jumat (3/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

"Si pengirim mengatakan ini lokasinya di Bojonggede, tapi tidak memberikan alamat secara detail. Pada akhirnya teman-teman dari kecamatan konfirmasi ke saya, silakan di Instagram kecamatan sekaligus minta bantuan warganet untuk memberikan info lebih detail," ujar Tenny.

Setelah mendapatkan informasi lanjutan bahwa lokasinya berada di Desa Rawa Panjang, Tenny meminta kepala desa (kades) setempat untuk melakukan verifikasi ke lapangan.

Baca Juga: Ditinggal Liburan Majikan, ART Dikurung di Jakbar hingga Kelaparan

"Kades melakukan verifikasi di lapangan bersama RW mendatangi. Pada tanggal 5 bersama-sama dengan tim dari kecamatan dengan Sekcam (Sekretaris Kecamatan)," ungkapnya.

Tenny mengungkapkan bahwa keluarga tersebut dikategorikan miskin dengan penghasilan tidak tetap, di mana ayah bocah tersebut bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu. Namun, keluarga tersebut tidak terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) karena faktor belum memiliki kartu keluarga (KK) yang semestinya.

"Dan ternyata, setelah kami tanyakan ke pemerintah desa dan teman-teman pendamping, ternyata nama KK tersebut tidak terdaftar di dalam DTKS, karena KK-nya masih menginduk ke satu orang saja, ke Bapak Hamzah (ayah bocah), sementara anaknya yang tiga tidak terdaftar dalam KK tersebut. Itu yang kami sayangkan dan tidak pernah melapor juga ke RT/RW," ujarnya.

Langkah selanjutnya, Tenny akan meminta kepala desa setempat untuk mengawasi, karena hingga saat ini, ibu bocah tersebut belum pulang.

"Yang kedua, kami berkoordinasi dengan Dinsos (Dinas Sosial) untuk bagaimana Dinsos memudahkan para pendamping untuk memberikan asesmen untuk kelayakan bagaimana mereka bisa masuk kepada penerima bantuan selanjutnya," tambahnya.

Baca Juga: Kronologi Pria Tewas Kelaparan Gegara Terkunci di Apartemen