Viral Starbucks Kaleng Yang Disebut Versi 'BPJS', Kenapa Bisa Murah?

Starbucks kaleng dijual lebih murah di Minimarket sejenis Indomaret, Alfamart ,dll. Ini penjelasan kenapa harga Starbucks versi 'BPJS' harganya bisa lebih murah!

Viral Starbucks Kaleng Yang Disebut Versi 'BPJS', Kenapa Bisa Murah?
Starbucks Kaleng yang ramai dibahas warganet karena disebut Starbucks versi BPJS. Gambar: Advenia Elizabeth/MNC Media

BaperaNews - Ngopi selain sebagai hobi juga menjadi salah satu ajang bersosialisasi dan bergaya bagi para anak muda. Salah satu kopi terkenal, Starbucks yang biasa menjadi salah satu tempat tongkrongan anak muda kini menjual produk baru versi kaleng yang bisa didapatkan di minimarket Alfamart dan Indomaret di seluruh Indonesia.

Harganya lebih terjangkau, oleh warganet, kopi ini kemudian dijuluki “Starbucks versi BPJS” yang artinya versi yang lebih murah. kata BPJS di kopi juga diplesetkan jadi “Budget pas-pasan jiwa sosialita” yang artinya ingin memiliki sesuatu yang bergaya namun dengan harga yang lebih murah.

Starbucks kaleng ini harganya Rp 15.000 untuk kemasan 220 ml, jauh lebih murah dari yang ada di gerai resmi yang harganya mulai dari Rp 40.000 belum termasuk toping atau sirup tambahannya. Warganet pun penasaran dan banyak yang memburunya, Starbucks kaleng tersedia dalam dua rasa Mocha kemasan warna ungu dan Espresso Latte kemasan warna coklat.

Starbucks kaleng ini juga telah mendapat sertifikasi halal dari Indonesia dan Malaysia yang telah tertulis di bagian depan kemasan. Keduanya punya kadar nutrisi berbeda. Rasa Mocha mengandung 110 kkal dan Espresso Latte mengandung 120 kkal.

Untuk bahan-bahannya, terbuat dari air, gula, susu skim bubuk, kopi instan, susu, dan lainnya yang juga dituliskan di belakang kemasan.

Baca Juga: Soal Video Mesum Pakai Baju Adat Bali, Seksolog Ungkap Fenomena FWB

Kenapa harganya bisa murah?

Starbucks versi BPJS bisa lebih murah karena hasil kerjasama dengan perusahaan besar, Nestle. Produk ini sebenarnya sudah dibuat pada tahun 2018. “Produksi Starbucks RTD (ready to drink) memang sudah ada di sejumlah convenience store Indonesia, tapi masih berada di bawah PT Sari Coffee Indonesia (yang membawahi Starbucks Indonesia)” ujar Manajer PR Starbucks Indonesia Vidi Prima hari Jumat 23/9.

“Pabriknya di Indonesia, proses produksi lebih murah, harga jualnya jadi lebih kompetitif” sambung aktivis Brand lokal Arto Biantoro. Sebelumnya Starbucks juga menjual versi RTD dengan kemasan kaca, harganya lebih mahal dan dianggap kurang berhasil karena harga hampir sama dengan yang ada di gerai.

Sedangkan untuk kemasan kaleng, harga jauh lebih terjangkau, lebih praktis, dan bisa dinikmati pengguna dari wilayah manapun seluruh Indonesia tanpa harus mencari gerai Starbucks di kotanya.

Bagaimana, sudah mencoba Starbucks versi BPJS?

Baca Juga: Kisah Seorang Wanita Berpayudara Super Besar yang Diusir Penumpang Pesawat