Kenali Penyakit Empty Sella Syndrome Yang Buat Ruben Onsu Dilarikan ke ICU

Belakangan ini Ruben Onsu menjadi sorotan wargnet sebab wajah yang terlihat pucat saat tampil di televisi. Berikut penyakit Empty Sella Syndrome yang dialami oleh Ruben Onsu!

Kenali Penyakit Empty Sella Syndrome Yang Buat Ruben Onsu Dilarikan ke ICU
Kenali Penyakit Empty Sella Syndrome Yang Buat Ruben Onsu Dilarikan ke ICU. Gambar : Instagram.com/@ruben_onsu

BaperaNews - Belakangan ini penampilan dari presenter Ruben Onsu kerap menjadi sorotan wargnet. Setelah tampil dengan wajah yang terlhat pucat, baru-baru ini Ruben Onsu mengungkapkan penyakit yang selama ini dialaminya.

Dikutip dari kanal Youtube Trans 7 Official, pada Selasa (19/7/2022) Ruben Onsu mengungkapkan jika alasan dirinya masuk ICU hingga dirawat pada beberapa waktu lalu karena penyakit Empty Sella Syndrome yang dialaminya.

"Kemarin itu aku sudah MRI, jadi ada bercak-bercak putih di bagian otak A, dan yang kedua juga ada Empty Sella Syndrome," ujar Ruben.

“Jadi Empty Sella Syndrome ada beberapa tingkat, ada yang memang dia tidak kuat dalam suhu dingin. Ada juga yang penglihatannya makin lama kayak pakai kontak lensa jadi dia nggak bisa lama,” kata Ruben Onsu.

Ruben Onsu menyampaikan jika ia mengalami penyakit tersebut dengan gejala penglihatan kabur, ia juga mengaku sulit untuk bergerak karena penyakit yang dialaminya.

“Penglihatan kayak orang pakai kontak lensa. Mata gua bisa burem, kaku, nggak bisa bergerak,” imbuhnya.

Dilansir dari laman National Institute of Neurologival Disorders and Stroke (NINDS), Empty Sella Syndrome (ESS) merupakan salah satu gangguan yang melibatkan sella tusika, struktur tulang di dasar otak yang mengelilingi dan melindungi kelenjar pituitari (yang berada di dasar otak).

Baca Juga : Nikita Mirzani Ditangkap Polisi, Begini Penjelasannya!

Kondisi ESS ini terbagi menjadi dua yakni primer dan sekunder, Empty Sella Syndrome primer terjadi ketika cacat anatomi kecil di atas kelenjar pituitari. Sementara, Empty Sella Syndrome sekunder merupakan hasil dari kemunduran kelenjar pituitari di dalam rongga setelah cedera, pembedahan, atau terapi radiasi.

Beberapa gejala yang dapat muncul dalam kondisi Empty Sella Syndrome adalah:

  • Sakit kepala
  • Tekanan darah tinggi
  • Kelelehan
  • Impotensi (pada pria)
  • Gairah seks rendah
  • Infertilitas
  • Tidak ada periode menstruasi atau tidak teratur (pada wanita)

Sementara untuk penyebab pasti Empty Sella Syndrome primer hingga saat ini masih belum diketahui. Namun, kemungkinan terdapat cacar lahir di diafragma sellae, membrane yang menutupi sella tursika.

Beberapa orang memang dilahirkan dengan robekan kecil di diafragma sellae, dapat menyebabkan CSF atau cairan serebrospinal bocor ke sella tursika. Meskipun begitu, para ahli tidak yakin apakah ini penyebab langsung dari Empty Sella Syndrome atau hanya faktor risiko.

Sedangkan untuk Empty Sella Syndrome sekunder dapat disebabkan oleh trauma kepala, infeksi, tumor hipofisis, terapi radiasi, ataupun kondisi yang berhubungan dengan otak atau kelenjar pituitari.