Banjir Bocor Data dan Hoaks Di Indonesia, Menkominfo Bekerja Sama Dengan Cisco

Banyak terjadi kebocoran data dan hoaks di Indonesia membuat resah pemerintah dan masyarakat, hal itu membuat Menkominfo Johnny G Plate menggandeng Cisco jadi tameng.

Banjir Bocor Data dan Hoaks Di Indonesia, Menkominfo Bekerja Sama Dengan Cisco
Bocor data dan Hoaks membuat Menkominfo bekerja sama dengan Cisco di Indonesia. Gambar : Reuters.com/Dok. Nacho Doce

BaperaNews - Kementerian Komunikasi dan Informatika menggandeng Cisco, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat yang fokus pada teknologi anti siber. Menkominfo melakukan kerja sama dengan Cisco dimaksudkan untuk memperkuat keamanan siber di Indonesia, karena di Indonesia sering terjadi kebocoran data dan data-data yang hoaks. 

Cisco diharapkan bisa menjaga dunia digital agar bersih dan aman, terlebih lagi saat ini Indonesia telah menjadi Negara dengan perkembangan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Menteri Kominfo, Johnny G Plate menyampaikan bahwa keamanan siber kini jadi tugas Kemenkominfo untuk mendukung dan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, Cisco disebut punya teknologi raksasa untuk mendukung keamanan di ruang digital tersebut.

“Kemarin Saya sudah bertemu Cisco dan membicarakan bagaimana cyber security, khususnya teknologi keamanan agar bisa menjaga ruang digital tetap bersih, sebab di Indonesia ada banyak pinjol illegal, kebocoran data, dan hoaks” ujar Menkominfo hari Rabu (25/5).

Cisco punya teknologinya dan kita akan bersama-sama merumuskan pilihan jenis teknologi yang paling tepat, jadi jangan sampai ruang digital kita itu kotor dengan bocor data dan hoaks, pilihan teknologi dan komitmen di dunia usaha seperti ini perlu kita sambut dengan baik sebagai bentuk kolaborasi, sehingga bisa menghasilkan pilihan teknologi yang paling tepat untuk Indonesia” lanjut Johnny G Plate.

Menurut menkominfo, keamanan siber ini diperlukan agar data pribadi masyarakat dan data Negara terlindungi. Perlindungan data Negara sendiri jadi prioritas yang nantinya akan diangkat dalam Presidensi Indonesia G20 2022.

Baca Juga : Penduduk Indonesia Mulai Lirik Laptop Kelas Premium

Cisco sendiri ialah perusahaan yang fokus pada jaringan internet, didirikan pada tahun 1984 oleh ilmuwan komputer dari Universitas Stanford.

Cisco menyediakan layanan untuk memperkuat jaringan bagi bisnis kelas menengah, utilitas, lembaga pemerintahan, dan juga lembaga pendidikan.

Cisco mengklaim mampu memberi solusi untuk menghubungkan banyak orang dengan perangkat dan komputer melalui jaringan serta memungkinkan orang untuk bisa akses dan transfer informasi tanpa harus memperhatikan perbedaan waktu, tempat, ataupun sistem komputer yang dipakai.

Menurut NCSI (National Cyber Security Index), Indonesia ada di urutan ke 83 dari 160 negara dalam hal keamanan siber dimana skornya ialah 38,96 dari nilai skor maksimal 100. Sejumlah indikator yang dipakai yakni analisa ancaman pada keamanan digital, manajemen krisis digital, dan proteksi perlindungan digital.

Malaysia saat ini jadi Negara dengan keamanan siber terbaik di Asia Tenggara yakni di peringkat 19 dan Singapura peringkat 29. Indonesia pun akan menyusul dari dua negara tersebut melalui kerja sama Kemenkominfo dengan Cisco.