Alasan Suporter Jepang Selalu Bersihkan Sampah Di Stadion Piala Dunia 2022

Timnas Jepang harus tersingkir dari Piala Dunia 2022, namun tingkah laku dan kedisiplinan suporter Jepang jadi perhatian usai selalu membersihkan sampah di Stadion Piala Dunia.

Alasan Suporter Jepang Selalu Bersihkan Sampah Di Stadion Piala Dunia 2022
Alasan suporter Jepang selalu bersihkan sampah di Stadion Piala Dunia. Gambar : Twitter.com/@IndyFootball

BaperaNews - Timnas Jepang gagal melaju ke babak perempat final atau 8 besar Piala Dunia 2022 Qatar usai kalah melawan Kroasia pada Selasa (6/12) dini hari. Namun sepak terjang Jepang dalam tiap laganya selalu mengejutkan publik.

Tidak hanya tentang pemainnya yang tahun ini membuat kejutan mampu kalahkan langganan juara dunia Spanyol dan Jerman, namun juga tingkah laku dan kedisiplinan para suporter Jepang hingga pelatihnya.

Suporter Jepang selalu membersihkan sampah di Stadion Piala Dunia 2022 usai pertandingan, entah itu tim idolanya kalah atau menang. Begitu pula dengan pemainnya, selalu meninggalkan ruang ganti dengan kondisi sangat rapi dan bersih seperti semula. Tak ketinggalan dengan pelatihnya, yang selalu menyampaikan rasa hormat kepada sesama pelatih maupun insan sepakbola lainnya.

Ketika kalah melawan Kroasia, pelatih Jepang bahkan menunduk sebagai bentuk penghormatan kepada tim Kroasia dan permintaan maaf kepada suporter Jepang. Sebab itulah Jepang dikenal sebagai tim yang paling baik dan sopan.

Banyak yang bertanya bagaimana hal ini bisa terjadi, terutama tentang kebiasaan menjaga kebersihan. Ternyata hal ini sudah jadi budaya. Jepang memang terbiasa bersih, biasa membersihkan sampah. Orang Jepang menyebutnya “Atarimae” atau hal yang memang sudah wajar, seperti halnya ketika kita melihat sampah, sudah hal yang wajar untuk membuang ke tempatnya.

Baca Juga : 15 Lokasi Nobar Piala Dunia 2022 Di Jakarta Selatan

“Yang menurut Anda istimewa sebenarnya bukan hal aneh bagi kami” ujar Danro, salah satu suporter Jepang. Menurutnya, meninggalkan sesuatu lebih bersih ketika datang ialah bagian dari Arimatae. Arimatae sendiri artinya “Menyatakan yang sudah jelas”. Jadi sudah jelas, jika melihat sampah misalnya, memang harus dibersihkan.

Pelatih timnas Jepang Hajime Moriyasu juga menganut hal yang sama. “Bagi kami, ini hal yang biasa dilakukan, ketika meninggalkan suatu tempat, harus lebih bersih dari sebelumnya” tegasnya.

Kerapian di tempat umum menjadi kebajikan yang diajarkan di Jepang sejak anak-anak. Sejak dini, mereka diajarkan untuk membersihkan kelas dan sekolah.

“Selama 12 tahun di sekolah, dari sekolah dasar hingga menengah, bersih-bersih ialah bagian dari jadwal harian siswa” terang Asisten Direktur Kantor Prefektur Hiroshima Maiko Awane. Ia juga menyampaikan, dalam kehidupan sehari-hari, para orang tua di Jepang memang mengajarkan anaknya untuk menjaga kebersihan.

Jepang menganut pepatah “Tatsu tori ato wo nigosazu” yang artinya burung yang terbang tidak membuat kotor jejaknya. Sebab itulah Jepang selalu hidup bersih, kemanapun mereka pergi mereka mempertahankan budaya baik tersebut.

Baca Juga : Liga 1 2022/2023: Jadwal Lengkap Hingga Klasemen Terbaru